Metode Penelitian : Konsep Dasar

Nama Mata Tugas : Rangkuman Tugas

Nama Mata Kuliah : Metodologi Penelitian 

Dosen Pengampuh : Dr. Hendra Jaya, M.T.

NIM : 1929140002


Nama Buku :

METODOLOGI PENELITIAN PADA BIDANG

ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI

INFORMASI

Oleh Zainal A. Hasibuan, PhD


Kegiatan penelitian ilmiah saat ini banyak dilakukan oleh lembaga penelitian baik oleh

lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi, lembaga pemerintahan maupun oleh

pihak swasta. Untuk mendukung kegiatan penelitian ini, saat ini di Indonesia telah

terdapat pusat kegiatan penelitian yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesi (LIPI).


Penelitian ilmiah ini dilakukan untuk mencari jawaban dari permasalahan yang terjadi

pada saat ini. Hasil penelitian berupa karya ilmiah dapat disajikan dalam berbagai

bentuk, seperti makalah, laporan penelitian, buku-buku ilmiah, atau karya ilmiah

lainnya yang dipublikasikan.


Para peneliti dan pihak akademisi terutama yang bernaung dalam perguruan tinggi

ditantang untuk terus melakukan penelitian sebagai salah satu tugas dari Tri Dharma

Perguruan Tinggi, disamping pengajaran dan pengabdian pada masyarakat. Salah satu

visi dan misi ilmiah masyarakat akademik di perguruan tinggi adalah menuangkan

gagasan dan pemikirannya ke dalam bentuk publikasi karya ilmiah. Publikasi ilmiah

pada tingkat nasional dan internasional menjadi suatu tolak ukur kualitas dan

keunggulan penelitian itu dalam memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi

masyarakat.


Penelitian merupakan suatu proses mencari sesuatu secara sistimatis dalam

waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah dengan prosedur

maupun aturan yang berlaku.


Penelitian itu sendiri terjadi karena adanya dorongan rasa ingin tahu mengenai sesuatu

hal yang sedang terjadi dilingkungan sekitar. Seseorang melakukan penelitian untuk

mencari jawaban dari permasalahan yang sedang terjadi.


Penelitian terdiri atas beberapa tahapan yang saling terkait antara satu dengan yang

lainnya. Dimana tahapan-tahapan itu pada umumnya terdiri dari:

1. Identifikasi masalah

2. Perumusan masalah

3. Penelusuran pustaka

4. Rancangan penelitian

5. Pengumpulan data

6. Pengolahan data

7. Penyimpulan hasil


Kegiatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan

dengan penelitian. Penelitian itu sendiri bertujuan untuk menciptakan ilmu pengetahuan

baru atau menerapkan teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Penelitian

dilakukan dengan metode ilmiah. Jadi, penelitian adalah kegiatan yang menggunakan

metode ilmiah untuk mengungkapkan ilmu pengetahuan atau menerapkan teknologi.


Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi untuk

menemukan dan menginterpretasikan fakta yang ditemukan. Sebuah riset yang baik

akan menghasilkan:

1. Produk atau inovasi baru yang dapat langsung dipakai oleh industri (bukan

hanya sebatas prototipe)

2. Paten

3. Publikasi di jurnal internasional

Dalam melakukan penelitian terdapat langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan.

Hal ini berupa penerapan metode ilmiah dalam penelitian yang bertujuan agar keluaran

penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penelitian yang dilakukan

dalam bidang sistem informasi merupakan suatu proses pengumpulan dan menganalisa

data yang ada secara sistematis untuk memperoleh jawaban atau penjelasan suatu

fenomena yang diamati.


Jika fenomena yang diamati sudah ada, maka penelitian akan berkisar pada struktur

fenomena tersebut dimana peneliti diminta menerangkan komponen-komponen yang

esensial yang membentuk fenomena tersebut serta menjelaskan bagaimana hubungan

sebab-akibat diantara komponen-komponen tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika

fenomena yang diamati belum ada, maka penelitian akan bertujuan untuk menciptakan

fenomena tersebut.


Pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri dimulai dengan menetapkan postulatpostulat

berupa asumsi-asumsi yang dianggap benar tanpa harus dibuktikan.

Selanjutnya disusun logika, yaitu aturan berpikir yang berlaku dalam cabang ilmu

pengetahuan yang bersangkutan. Logika tersebut diterapkan dengan sistematis untuk

membangun pendapat atau teori tentang hubungan sebab-akibat sebagai hasil postulat

dan logika dalam sistem berpikir tersebut diatas. Dalam membangun ilmu pengetahuan,

kebenaran hubungan sebab-akibat dijabarkan dari fakta-fakta yang diamati dari

fenomena atau kejadian yang diteliti. Dan kebenaran tersebut harus bersifat universal

serta dapat diuji kembali. Cara pengembangan ilmu pengetahuan seperti diuraikan di

atas disebut metode ilmiah.


Berfikir Logis


Proses berpikir yang terjadi pada saat menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan

yang diketahui benar atau dianggap benar biasanya disebut dengan penalaran atau

(reasoning). Proses berpikir logis dan sistematis ini berguna untuk membentuk dan

mengevaluasi keyakinan kita terhadap suatu pernyataan. Penalaran juga berguna untuk

menentukan secara logis dan objektif apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah)

sehingga pantas untuk diyakini atau dianut. Struktur penalaran itu sendiri terdiri atas

masukan (input), proses (process) dan keluaran (output).


Logika, penalaran dan argumentasi sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Logika juga dapat dipakai untuk menarik kesimpulan dari suatu proses berpikir

berdasarkan cara tertentu, dimana proses berpikir ini merupakan penalaran untuk

menghasilkan suatu pengetahuan.


Metode Penelitian dan Metodologi Penelitian


Metode ialah kerangka kerja untuk melakukan suatu tindakan, atau suatu

kerangka berpikir untuk menyusun suatu gagasan yang terarah dan terkait

dengan maksud dan tujuan.


Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk

memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.

Metode penelitian yang tepat dan benar semakin dirasakan urgensinya bagi

keberhasilan suatu penelitian. Salah satu hal yang penting dalam setiap penelitian

adalah perumusan metodologi penelitian. Melalui metodologi harus dengan jelas

tergambar bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan yang disusun dan tertata secara

sistimatis. Selain itu melalui metodologi juga dapat dilihat bagaimana landasan teori

tentang rancangan penelitian (research design), model yang digunakan (didahului

dengan rancangan percobaan/penelitian eksperimen) maupun teknik–teknik yang

lumrah digunakan dalam pengumpulan, pengolahan dan analisa data. Metode yang

digunakan antara lain metode sejarah, metode deskriptif, metode survei (menyelidiki

gejala, fakta secara faktual), metode percobaan (eksperimen), metode studi kasus (suatu

objek spesifik), metode kooperatif yang menjawab keadaan sebab akibat dengan

menganalisis faktor penyebab utama serta studi kepustakaan.


Metode penelitian yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat, serta desain

penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus cocok dengan metode penelitian

yang dipilih. Prosedur serta alat (tools) yang digunakan dalam penelitian harus cocok

pula dengan metode penelitian yang digunakan.


Metode merupakan bagian dari metodologi. Metodologi itu sendiri berasal dari kata

metodos dan logos yang berarti ilmu dari metode. Bila kita melakukan penelitian berarti

kita menguraikan cara-cara meneliti disebut juga metodologi. Dalam tahapan-tahapan

tersebut ada metode, teknik, dan alat (tools) yang bisa kita gunakan.


Metodologi merupakan suatu formula dalam penerapan penelitian dimana

dalam melakukan penelitian tersebut terdapat langkah-langkah dan juga hasil

penelitian. Sedangkan metodologi penelitian dalam ilmu komputer/sistem

informasi/teknologi informasi merupakan “langkah-langkah/tahapan

perencanaan dengan bantuan beberapa metode, teknik, alat (tools) dan

dokumentasi dengan tujuan untuk membantu peneliti dalam meminimalkan

resiko kegagalan dan menekankan pada proses/sasaran penelitian di bidang

CS/IS/IT  ”.


Manfaat Metodologi


Metodologi penelitian pada hakekatnya merupakan operasionalisasi dari epistemologi

yang mengkaji prihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang

diperoleh memenuhi ciri-ciri ilmiah. Epistemologi memberi pemahaman tentang

cara/teori menemukan atau menyusun pengetahuan dari ide, materi atau dari keduaduanya

serta merujuk pada penggunaan rasio, intuisi, fenomena atau dengan metode

ilmiah.


Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaedah

penalaran yang tepat. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah

pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi berbagai metode yang

dipergunakan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian

atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti didalam kegiatan

ilmiah mereka.


Untuk memilih meotodologi yang tepat dalam suatu penelitian, maka perlu

dikembangkan suatu pengetahuan dasar tentang perlunya informasi-informasi

mengenai metodologi dan subyek penelitian yang biasa digunakan. Hal ini berguna

agar pada saat memilih metodologi yang ada, dapat dimengerti baik dalam kehidupan

sehari-hari maupun dalam kehidupan formal (lingkup pekerjaan), selain itu juga dapat

memberikan masukan, serta memberikan masukan tidak hanya pada hasil penemuan

penelitian saja tetapi juga terkait pada kegiatan di berbagai bidang lainnya.


Manfaat Penggunaan Metodologi:

1. Metodologi membuat kita lebih paham, lebih bertanggungjawab, lebih

comfortable, dan lebih responsible.

2. Metodologi membuat kita lebih knowladgetable (berpengetahuan) dan lebih

berguna dalam beragumen karena selalu berdasarkan fakta dan tidak

berdasarkan pada instuisi-instuisi maupun bisikan-bisikan.

3. Dengan menggunakan metodologi kita bisa memaparkan lebih banyak lagi

gambaran berupa saran, ide maupun masukan-masukan yang bisa di-elaborate

dan dipondasikan berdasarkan fakta-fakta yang ada untuk memunculkan ide-ide

baru.


Proses Penelitian


Untuk meningkatkan kualitas keilmuan maka kita perlu melakukan penelitian, dengan

menggunakan proses penelitian yang agar dapat mencapai optimasi pada berbagai

keputusan riset. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana proses penelitian tersebut

dilaksanakan.


1. Penetapan Permasalahan (State General Problem)

Ungkapkan sesuatu secara umum (ide). Bila kita ingin melakukan kegiatan penelitian

ilmiah maka mulailah dengan menetapkan masalah yang ingin kita angkat dalam suatu

penelitian.


Penetapan permasalahan berisikan pernyataan yang bersifat umum terhadap

permasalahan yang akan diamati. Misalnya bagaimana mengatasi pertumbuhan jumlah

manusia di dunia ini yang berlangsung secara eksponsial. Pada perumusan

permasalahan harus ada statement yang dihancurkan sebagai general problemnya.


2. Pencarian literatur (Conduct Literature Search)

Untuk mendukung ide yang kita dapatkan, kita mesti mencari literatur yang terkait

dengan ide. Baik berupa buku, artikel, majalah, jurnal dan lain sebagainya. Bahanbahan

yang kita dapatkan dari literatur ini berupa posisi relatif dari topik, ide, atau

problem yang diteliti dan digambarkan dalam suatu kerangka penelitian, dimana

nantinya kerangka tersebut akan memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu

pengetahuan (knowladge).


Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu

mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah

dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori

mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk

memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir

ilmiah.


3. Merancang masalah yang Lebih Spesifik (State Spesific Problem)

Uraikan permasalahan yang dimulai dari permasalahan yang bersifat umum ke masalah

yang lebih khusus (spesifik), misalnya:

• Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan alam terus mengalami perkembangan?

• Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah manusia?

• Faktor-faktor apa saja yang membuat SI dapat meningkatkan kinerja perusahaan

Dengan statement permasalahan diatas banyak hal yang dapat kita uraikan untuk

menjawab problem statement-nya.


4. Membuat Desain Penelitian (Design Methodology)

Desain penelitian berisikan pengetahuan, algoritma, metode, produk (sistem), model

dan lain sebagainya. Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah

membuat desain penelitian. Secara garis besar ada dua macam tipe desain, yaitu desain

ex post facto dan desain eskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain

ini ialah pada desain ex post facto tidak terjadi manipulasi varaibel bebas sedang pada

desain yang eksperimental terdapat manipulasi variable bebas. Tujuan utama

penggunaan desain yang ex post facto ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif, sedang

desain eksperimental bersifat eksplanatori (sebab akibat).


Untuk mencari jawaban dari specific problem, maka terdapat langkah-langkah yang

harus dilakukan antara lain adalah dengan melakukan setting experiment. Selain itu

juga harus dicari instrumen apa yang akan digunakan untuk membantu memecahkan

permasalahan tersebut. Tentukan objek dan variabel yang akan diukur dengan jelas dan

tepat. List langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk menjawab masalah

yang telah ditetapkan sebelumnya. Gunakan berbagai macam teknik, alat (tools),

instrumen, dan sebagainya yang tepat untuk setiap tahapan. Tahapan tersebut

merupakan bagian dari metodologi yang nantinya akan dapat membedakan antara

metodologi yang satu dengan metodologi lainnya.


5. Pengumpulan Data (Gather Data)

Data ada bermacam-macam, data yang didapatkan dalam penelitian tidak hanya berupa

angka-angka saja. Secara umum terdapat dua macam data yaitu data kualitatif dan data

kuantitatif. Namun ada juga data yang didapatkan denngan menggabungkan atau

mengkombinasikan kedua data tersebut.


Kumpulkan data-data dalam bentuk tabel, grafik, gambar dan lain sebagainya Setiap

penelitian harus ada data kuantitaif, data kualitatif serta data kombinasi. Bila perlu

susun dan katagorisasikan data berdasarkan waktu, produktivitas, divisi dan sebagainya.


6. Analisa Data (Analyze Data)

Pengolahan data atau analisa data merupakan proses pra-analisa yang mempunyai

tahapan-tahapan sebagai berikut: 

1) editing data

2) pengembangan variable

3) pengkodean data

4) cek kesalahan

5) membuat struktur data

6) cek preanalisa

komputer

7) tabulasi


Interpretasikan hasil pengamatan atau hasil penelitian.

Interpretasikan data yang sebelum melakukan penelitian dengan data sesudah

melakukan penelitian. Misalnya dalam sebuah organisasi kinerjanya meningkat.

Uraikan dengan jelas alasannya, misalnya karena bisnis prosesnya sudah

disederhanakan atau karena data yang terkumpul tingkat akurasinya tinggi, dan lain

sebagainya.


7. Hasil Penelitian (Report Results)

Dalam menulis laporan penelitian atau laporan akhir, kita harus berani mengemukakan

dan menuliskan apa yang kita dapatkan selama melakukan penelitian tersebut. Dengan

kata lain kita harus mampu menginterpretasikannya secara objektif. Bila hasilnya tidak

pasti, ada baiknya kita buat dalam bentuk statement berupa pertanyaan-pertanyaan saja.


Yang perlu diingat adalah bahwa jangan pernah membuat interpretasi penelitian secara

subjektif. Misalnya, sistem ini meningkat, sistem ini lebih baik, tapi tidak ada base linenya

karena suatu sistem bisa dikatakan baik namun belum tentu mampu meningkatkan

kinerja yang ada. Tuntaskan interpretasi yang kita buat. Bagaimana faktor-faktor

tersebut memberikan kontribusi bagi perusahaan yang menggunakan Sistem Informasi.


8. Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan setelah semua laporan hasil penelitian dilakukan.

Setiap kesimpulan yang dibuat oleh peneliti didasarkan pada data-data yang telah

dikumpulkan. Kesimpulan yang diambil harus berupa jawaban dari permasalahan.


Untuk membuat kesimpulan, review kembali kelemahan-kelemahan yang ada dalam

penelitian serta jelaskan kenapa kelemahan itu bisa terjadi dan berikan solusi untuk

memperbaikinya. Rangkum isi kesimpulan dengan tidak merumuskan kesimpulan

berdasarkan pengetahuan umum dan hindari kata-kata yang dapat menimbulkan

keragu-raguan seperti kiranya, mungkin, dan lain sebagainya. Yang terpenting dari bab

ini adalah utarakan future research agar orang lain dapat melanjutkan penelitian ini

pada penelitian berikutnya.


Selain model umum yang telah dijelaskan di atas, masih ada model riset lainnya seperti:

• Menetapkan permasalahan

• Membuat pola pikir yang dibangun dari kerangka terlebih dahulu.

• Lakukan statement-statement yang punya kebenaran

• Formulasikan hipotesisnya

• Uji hipotesis

• Simpulkan

Komentar